Kebijakan AS Menolak Bitcoin untuk Dijadikan Reksa Dana

Kebijakan AS Menolak Bitcoin untuk Dijadikan Reksa Dana

Otoritas pasar modal Amerika Serikat atau Securities and Exchange Commission (SEC) kembali menolak sebagian proposal yang berisi permohonan supaya bitcoin dapat dipakai sebagai aset dasar dalam reksa dana Exchange Trade Fund (ETF).

SEC menolak proposal dari ProShares yang akan melacak kontrak berjangka Bitcoin dan proposal lainnya dari GraniteShares, dan juga lima ETF leverage dan inverse dari Direxion.

Sebelumnya pada bulan Juli, menginfokannya CNBC International, SEC menolak proposal ETF Winklevloss yang wajib memperdagangkan bitcoin lahiriah.

Baca Juga: Perkembangan bitcoin indonesia yang makin populer.

Mirip dengan alasan penolakannya kepada ETF Winklevoss, SEC mengungkapkan keprihatinan perihal pembohongan dan manipulasi di pasar Bitcoin. SEC mengatakan NYSE Arca, yang mengajukan aplikasi ProShares, belum memenuhi persyaratannya berkaitan “hukum bursa efek nasional yang dirancang untuk mencegah perbuatan dan praktik curang dan manipulatif,” ujar SEC dalam keterangan resminya, Selasa (22/8/2018).

Alasan lainnya, SEC juga tak menawarkan bukti rekam jejak yang memperlihatkan pasar berjangka Bitcoin mempunyai ukuran pasar yang signifikan.

SEC menekankan, penolakan ini tak terkait dengan apakah evolusi teknologi bitcoin atau blockchain mempunyai poin sebagai penemuan kreatif atau investasi.

Meskipun SEC belum menyetujui ETF berbasis cryptocurrency, tapi aplikasi lain masih dipertimbangkan agensi, termasuk ETF yang akan melacak pelbagai cryptocurrency yang diajukan pada bulan Juli oleh Bitwise, dan the VanEck SolidX Bitcoin Trust.

SEC mengumumkan akan menunda keputusan atas persetujuan atau penolakan dari VanEck ETF hingga 30 September.

 

Baca Juga: Teknologi blockchain indonesia yang dipakai beberapa perusahaan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *